Jumat, 04 Desember 2009

ima ~sekarang~

walau terus menghadap ke depan
walau terus mengingat
yang terlewat
tapi sungguh
hanya sekarang yang ada

walau terus menangis sesal
walau terus mengharap
tapi sungguh
hanya sekarang
di dalam hidupmu

masa yang sebenarnya
sekarang yang sebenarnya
saat ini pun
jangan lari dari
sekarang

Rendezvous

di tengah laut
di tengah gurun
yang terpikir hanyalah ingin bertemu
manusia yang lain

milyaran pasir pun
hanya merindu tetes air
bahkan tak peduli

laut raksasa
hanya menanti
hujan sekali lagi

terpikir olehku
mungkin kalau hanya
merindu jiwa yang dapat dilahap
itu dapat terkabul

Senin, 18 Mei 2009

Ten Nights of Dreams by Natsume Soseki

Ten Nights of Dreams (夢十夜 Yume jūya) or Ten Nights' Dreams is a series of short stories by Natsume Soseki. It was serialized in the Asahi Shimbun from July 25 to August 5, 1908.

Sōseki composed ten strange dreams set in various time periods beginning with his contemporary time (the Meiji period) and including dreams set in the age of the gods, the Kamakura period, and 100 years in the future. The series begins with the phrase "I had a dream like this." (こんな夢を見た Konna yume o mita)

movie adapted

A Japanese film called Yume Jūya premiered in 2007. The film is a collection of 10 vignettes produced by the collaboration of 11 directors (two worked together) ranging from industry veterans to novices. The movie has been released by Cinema Epoch in October 2008.


The First Dream

Director:Akio Jissoji  Screenwriter:Kuze Teruhiko
Stars:Kyōko Koizumi, Matsuo Suzuki, and Minori Terada


The Second Dream

Director:Kon Ichikawa 
Screenwriter:Kokuji Yanagi
Stars:Tsuyoshi Ujiki and Nakamura Umenosuke


The Third Dream

Director: Takashi Shimizu
Stars: Keisuke Horibe and Yuu Kashii


The Fourth Dream

Director: Atsushi Shimizu
Screenwriter: Shin'ichi Inotsume
Stars: Koji Yamamoto and Toru Shinagawa


The Fifth Dream

Director & Screenwriter: Keisuke Toyoshima
Stars: Mikako Ichikawa and Koji Ōkura


The Sixth Dream

Director & Screenwriter: Matsuo Suzuki
Stars: Sadao Abe, TOZAWA and Yoshizumi Ishihara


The Seventh Dream

Directors: Yoshitaka Amano and Masaaki Kawahara
Stars: Sascha and Fumika Hideshima


The Eighth Dream

Director: Nobuhiro Yamashita
Screenwriter: Ken'ichiro Nagao
Stars: Hiroshi Fujioka and Hiroshi Yamamoto


The Ninth Dream

Director & Screenwriter: Miwa Nishikawa
Stars: Tamaki Ogawa and Pierre Taki


The Tenth Dream

Director: Yuudai Yamaguchi
Screenwriters: Yuudai Yamaguchi and Junya Katō
Character Design: MAN☆GATARO
Stars: Ken'ichi Matsuyama, Manami Honjō, Kōji Ishizaka, and Yasuda Dai Circus


Prologue and Epilogue
Director: Atsushi Shimizu
Stars: Erika Toda

Senin, 11 Mei 2009

tek... tek.... tek...

keyboard lama di atas meja
naskah yang belum selesai dalam monitor kaca
tangan yang dingin di dada
pikiranku semrawut
di dadaku ada lubang!

lubang...
masih basah dan membara
paru-paru di dalamnya terbakar
aku tak mau lagi bernapas

keengganan itu menyeruak
melebarkan lagi lubang
membuat lubang lagi
aku berlubang-lubang seperti keju Swiss
apakah itu tidak baik??

suara keyboard disentuh
ketukan-ketukan jari yang lambat
aku tak mau terus bernapas

Rabu, 06 Mei 2009

nameless doll

dia tergeletak di sana bagaikan tubuh kosong
menenggak mimpi-mimpinya dengan rakus
tanpa suara

dia menangis di sana memanggil-manggil
sebuah nama yang bukan dari dunia ini
desahannya halus

baru hari ini aku tahu
dia boneka yang dibuang tuannya
baru hari ini aku berani
menghampiri, menyentuh tangannya yang hambar

"siapa namamu?" kupikir setelah ini, aku bisa membawanya pulang
dia berbisik
tapi bisikannya nama dari dunia lain itu!

kuhentikan usahaku, sia-sia
dia boneka yang terprogram sempurna
bahkan nama pun tak punya
aku belum bisa mengalahkan pembuatnya

tapi akan kuingat dia
lingkaran api dan listrik dari tubuhnya
saat hujan turun di siang hari

magelang, 07 05 09

KAMI ~For You There~

(aku mendengar Gackt menyanyikan Emu~For My Dear~ dan menangis dengan kemeretuk gigi)



ketika semua mulai menarik garis
melukis jarak
aku telah bersiap, mengulangi
rasa sepiku, hidup sendiri
menghapus daftar nama

tapi kau datang, lengan terentang
menarik tubuhku untuk memeluk;
merasakan masih ada satu:
detak jantung di sini
dan aku senang dapat dalam-dalam menelusuri matamu
walau tak mengerti sesuatu pun

kau menamai dirimu sendiri 'DEWA'
jadi aku manusia?
bukan, aku hanya sekedar kesepian
tak pernah ada manusia sesunyi ini
kenyataan itu membentang seperti penghinaan
pada Tuhan

bolak-balik kucari pertolongan
pada Tuhan maupun dewa-dewa palsu
tanpa merubah sesuatu pun

tapi ketika kuulurkan tangan,
dan sesuatu itu
semua menghilang!

maka kucoba menutup mata
dan aku ditelan kebinasaan
tapi tetap saja,
kau menarikku keluar,
memperdengarkan jantungmu padaku
bahwa kau masih di sana

dalam ketiba-tibaan, kau berbisik keluar melalui detak itu
"mungkin akan berakhir, tanpa aku tahu..."
ramalan berdasar intuisi itu menakutkanku
dan aku memandang jauh ke dalam matamu
mengulik keterangan sia-sia
mengorek tanpa mendatangkan perubahan

aku melihatmu, aku memandang matamu
tubuhmu yang perlahan hilang
dalam peluk lenganku
Ah, aku tetap saja manusia sunyi

karena kamu bukan Tuhan
ataupun dewa-dewa palsu
kamu hanya sekedar jantung
dan langit luasku~

magelang, 22 04 09

Kamis, 16 April 2009

Highway Chance ~YUI~

Demo kono mama ja owarenai owaritakunai desho?
Chansu wo matsu no yo
Jitto chansu wo matsu no yo

Kuukou datte harbor datte nigekiresou mo nai
Jinsei nante sousou tayasuku minogashicha kurenai
Ouchi ni okaeri totto to okaeri yoru mo onaji da yo
Nigemichi nado nai kara

Kuufuku datte haiboku datte nigekiresou mo nai
Jinsei nante sousou tayasuku minogashicha kurenai
Yarinaosu koto mo yurushite wa kurenai
Mae dake mitena yo
Terebi ge-mu ja nai no

Kanjousen kara kousoku ni norikomu sonna image de
Tsukisusumu dakedo genjitsu wa
Yatsu no tenohira de korogatteru dake nanda

Kuyashiku tatte kanashiku tatte nigedashicha ikenai
Jinsei nante sousou tayasuku minogashicha kurenai
Dakedo akiramenaide ne kusaccha dame da yo
Chansu wa kuru hazu
Sono hi wa chikadzuiteru

Kanjousen kara kousoku ni norikomu sonna image de
Tsukisusumu dakedo ima wa mada
Yatsu no tenohira de korogatteru dake nanda

Demo kono mama ja owarenai owaritakunai desho?
Ima tae toki yo chikara wo takuwaenagara
Chansu wo matsu no yo
Jitto chansu wo matsu no yo

Kanjousen kara kousoku ni norikomu sonna image wo
Genjitsu ni kaete yuku tame ni susunde yuku no yo

Haiwei chansu wo nogasanai tame ni
Yosomi wa dekinai bye bye bye sugu oitsuku kara ne

Happy Birthday To You ~YUI~

Happy Birthday to you you
Happy Birthday to you you
Anata ni okuru BA-SUDEI SONGU yo? OK?

Odorakasete gomen
Tokubetsu na hi ni aete yokatta
Rousoku no hi wo keshite
Kanpai shimasho omedetou!

* Happy Birthday to you you
Happy Birthday to you you
Happy Birthday to you youitsumo arigatou!
Happy Birthday to you you
Happy Birthday to you you
Anata ni okuru BA-SUDEI SONGU yo? OK?

Itsumo chikaku ni ite
Tokubetsu na yume kikasete hoshii
Kore kara mo yoroshiku
PUREZENTO mo aru yo omedetou!

* Repeat

Kore kara mo zutto tsurai hi datte issho
Sou yatte toshi wo totte yukitai no

* Repeat

Happy Birthday To You ~YUI~

Happy Birthday to you you
Happy Birthday to you you
Anata ni okuru BA-SUDEI SONGU yo? OK?

Odorakasete gomen
Tokubetsu na hi ni aete yokatta
Rousoku no hi wo keshite
Kanpai shimasho omedetou!

* Happy Birthday to you you
Happy Birthday to you you
Happy Birthday to you youitsumo arigatou!
Happy Birthday to you you
Happy Birthday to you you
Anata ni okuru BA-SUDEI SONGU yo? OK?

Itsumo chikaku ni ite
Tokubetsu na yume kikasete hoshii
Kore kara mo yoroshiku
PUREZENTO mo aru yo omedetou!

* Repeat

Kore kara mo zutto tsurai hi datte issho
Sou yatte toshi wo totte yukitai no

* Repeat

SUMMER SONG

Taiyou ga mikata suru hi ni yaketa kimi ga te wo furu kara
Kitai shiten da yakusoku no kisetsu ni tobikomu ningyo mitai ni

Kousha no sumi ni himawari ga saku terete bakari ja kakko warui ne
Aozora ni ima sakebitai hodo kimi wo omotteru

Natsu ga kuru kara umi e ikou yo
Chotto dake tachi tomatte mayou hi mo aru kedo

Hekomu mainichi torimodosu hibi kimi ni atte waraiatte
Hajimaru yo natsu yasumi lan la lan la~

Hashiri dashita senaka ni wa uso no nai kimochi ga utsuru kara
T shatsu no mukou gawa kira kira kagayaku mahou mitai da

Hanabi no oto ni kaki kesareteru kimi no kotoba ga yokaze to kawaru
Kanjin na koto kikoenai kedo wakari aesou sa

Ah long long long time machi kogareta
Seishun tte hon no chotto ijiwaru dayo ne

Hekomu mainichi torimodosu hibi kimi ni atte waraiatte
Hajimaru yo natsu yasumi lan la lan la~

Sunahama ni suwari konde futari de tokei ki ni shiteita
Nami no oto kiki nagara yakusoku nante dekinai mama

Natsukashiku naru itsuka kanarazu
Suna ni kaita mirai nante ate ni dekinai

Hekomu mainichi torimodosu hibi kimi ni ate waraiatte
“Makka na buruu da”

Natsu ga kuru kara umi ni kitan da
Niji ni natta ano sora wo wasuretakunai

Hekomu mainichi torimodosu hibi kimi ni atte waraiatte
Hajimaru yo natsu yasumi lan la lan la~

Tawar Hati

Kamu tertawa dan tertawa
menangis dan menangis
Seperti semua orang
kehilangan keputusasaan
dan rasa

Hidup tak hidup
sudah tak mau peduli
atau mungkin memang tidak
dipedulikan?

Semua yang tak berasa
Semua yang tak terisi
Memeras emosi

Kamu mati
tanpa rasa
Hidup
seperti bulan yang membeku
Hancur
seperti mata jahat


Inspired by:
ADAM
Kagen no Tsuki ~ Ai Yazawa
Cape of Storms ~ HYDE
Last Quarters ~ Evil Eye

Pra UN..... bakamitai!

Nilai Pra UN sekolah dah keluar. Q jatoh lagi sekitar 30 nomor. 179. Nilai Mtk membaik 80, tapi BI! nO! Masa cuma 76! Gyaaaaaaaaaaaah.......! Aq shock. Pelajaran yg malah ga belajar babar blas aja lulus-- IPA (baca:bunder item ngawur). 70 bo! Rekor kehidupanku! Masa SD ga diitung. Dulu emang itu favq. Tapi sekarang aq cuma suka Biologi. Walo aq jg berusaha suka ma Fisika sih. Tapi gara2 gurunya, kynya susah. Huhuhu.........
Tapi biarinlah... Pra UN bagus ga menjamin semuanya bakal jadi bagus. Just do it like me! Tul ga?? Belajar butuh. Tapi ga harus merubah semuanya 'kan?? HOHOHOHOHO....

Rabu, 15 April 2009

Elegi Bulan April

Ga ngerti ngapz... setiap bulan April datang,,, q selalu nervous.... Yang sekali lagi.... sama sekali ga tau kenapa...
Mungkin karena mau UAN. Tapi itu kan cuma tahun ini. Mungkin karena bulan ini Ultah. Tapi ga pernah ada yg spesial tuh di Ultahq. Bedanya, tahun ini ada Jimmy. Tapi selain itu, nothing really so special. Ga ada yg terlalu kutunggu-tunggu.
Aq cuma nunggu pengumuman hasil UAN ajah. Walo nglakuin aja belom. Ironis. (Mau enaknya ajah ni anak).
Intinya, ni penyakit tahunan bikin ga nyaman banget. Di bulan yang orang bilang bunga2 selalu bertebaran ini (halah) kerjaanq malah bengong, bengong, dan bengong. Paling pol, kalo dah mentok iia... nangis bombay deh. Padahal, digigit nyamuk aja nggak loh. Ribet deh. Semua itu bikin hal2 simpel jadi ikutan runyam. Dasar norak!
Kumpul2 ma temen2 jg jadi ga enak, apalagi belajar. Mampus dah! Si Abang Vincent juga ga bisa kasih saran. Yang dikasih malah: OBAT TIDUR dari dokter. Padahal yg harusnya minum kan DIA!!!!
Dodol Garut...... Aq mau makan dodol Garut. Ga ding. Q bukan ngidam pengen makan dodol garut. Tae Kwon Do? Ga juga. Q g mau ketemu Sabem Erry. Ogah bin malezz...
Mungkin: ****? Mungkin:*****? STOP STOP STOP!!!!! Ga mungkin.


SIAPA PUN!!!!! TOLONG KASIH TAHU AQ!!!!
(kira-kira, apa sih yg nyebabin smua bencana tahunan iniiiiiiiii!!!!!!!!!!!)

Minggu, 01 Maret 2009

March of March

O-EM-JI! Tau-tau udah tanggal 2 Maret! Terus tau-tau udah 15 Maret (???), trus tau-tau udah 1 APril (april MOP),trus............... trus........... ta, tanggal 27! Oh NO! Aku bahkan belom nyiapin apa-apa buat UAN (saking keterlaluannya). Cuma ngikutin apa-apa aja yang tertulis di prescription made in school (emang dokter?) trus dituker di apotek (buka EYD dulu nulisnya).
Mana aku masih dalam keadaan hampir mati konyol gara-gara pilek lagi. Huhuhu......... Mana KUROBARA lagi nyiapin blablabla buat JFEST lagi. Bentar lagi aku bakal mati konyol. Hh, harus nulis surat wasiat dulu nih.......

(rencananya kaya gini.....

Atas cinta di bumi
Demi keamanan dan kedamaian dunia, saya harus pergi sekarang. Mungkin memang mendadak, tapi kalau Valhala (???) memang sudah menentukan, "Inilah waktumu", saya tak bisa apa-apa. Mungkin hanya meninggalkan kesedihan, amarah, atau bahkan syukur di hati kalian, kauand-kauand saya. Tapi beginilah Waktu. Terlalu cepat untuk bisa dipikir oleh otak manusia.
Dalam kesempatan yang sangat singkat dan hanya berdimensikan benda tipis bernama kertas ini, saya hanya ingin menyampaikan rasa terima kasih dan beberapa keinginan saya. Untuk Mama dan Papa, terima kasih sudah memaki-maki dan menganggap rendah saya, karena saya belum dibuang atau digugurkan waktu dalam kandungan. Untuk Adik, terima kasih sudah menjadi 'yang sangat lebih berharga dari saya', karena berkatmu, I have been a Schizophrenian. Buat Vincent, atas kecupan2nya di malam yang terlalu tenang. Kalau kamu tidak ada, aku sudah dari dulu pergi. Bahkan sebelum para Valkyries di Valhala mengetokkan palu.
Buat Jimmy, atas cintanya yang tak mengenal batas usia. Now and Forever, I LOVE YOU, although it's maybe just a clise words. Buat teman2 di sekolah, Dee, Nurma, Alfi, G_I, Donee, Donee A, Angela Kneea, Monique, I can't say anything about you all. Too much feeling that I have. Buat temen-temen gereja, thanks for the experiences you gave.
Anak-anak KUROBARA, atas penerimaan terhadap diriku yang too bad ini. Padahal baru saja kenal. Tapi rasanya kalian sudah menyabotase tempat di hatiku yang sempit ini.
The least but it's the last:
BAKAR HABIS PROPERTI, KOMIK, CD, LAGU, BAJU, BUKU, CATATAN, APA SAJA MILIK SAYA.
Cukup kenangan yang saya tinggalkan di bumi ini.

Last Love,

Kagami Okudera)


Unfortunately, aku sama sekali belum mati! Dan masih harus ngadepin UAN. Padahal maunya lewat ajah.........................!!!!!!!!!!!!!

Minggu, 22 Februari 2009

Pilek lagi!!

Kupikir seminggu aja bakal sembuh, tapi ternyata..............
hari Sabtu udah mendingan, hari minggu tambah parah abis aku, mama n Miki shopping ke pecinan........... I'm Desperate!!!!!!!!!! mana minggu ini bakal padet bgt lagi.....
1. Ujian praktek Biologi: buku klas 1-ku ilang, padahal yg diujiin ada di sana smua!
2. ---------II--- Musik: -sendrap... sendrup...... I have lost my voice again!
-kelompokku ga pernah beres dari yang paling ga beres sekalipun!!!
3. OMG!!! MATI AKU!!! (zetsubou billy mode on)

Minggu, 15 Februari 2009

Aduuuh, suarakuuuu...........!!!!!!

Sudah semingguan aku batuk pilek. En hasilnya??? Suaraku serak abizz kaya godzilla! Waaaa~~!!! Gimana niiiiiiiiiiiih....... hikz.... Swear, susah banget ngebalikinnya kalo kaya gini. Mau ngomong aja harus ber'ehem' dulu biar mau keluar (suaranya mksdnya). Mana tenggorokan kecekik dahak, en hidung kesumbat ingus lagi. Aduuh.
Ni semua bukan gara-gara jam ke-0. Atau kebanyakan tugas en ulangan. Kalo itu siy ga pernah kukerjain! (bangga) Bukan juga gara-gara begadang nulis mumpung lagi ketagihan. Ga mungkin, komputerku mati siy. Walo ga mati pun, brani nyalain komputer dengan mata panas gini sama aja cari masalah ama Papa. Apalagi ngenet ampe sore. Ga mungkin! Satu minggu kemaren layanan sore-nya Mas Catur tutup dengan sempurna. En aku lagi ngirit ga ngenet di warnet. Bukan karena aku yang ga dapet tempat terus. Bukan juga karena kecapean latihan tae kwon do. Aku lagi males malah. Ujian juga ga ikut ah. Hehehehe.
Satu-satunya alasan, ya band buat ujian praktek musiklah. Kacau banget. Aku mikir ampe kepala puyeng. Mau gimana nih. Kelompok ga jadi-jadi. Ga kompak-kompak. Kalo gagal yang ada nyalahin orang laen. Ga mau instrospeksi diri. Aku sih, milih diem. Ga ikut nyalah-nyalahin. Ngaduin ke Pak Budi juga sebenernya cuma gertakan kok. Tangisku waktu itu juga cuma sandiwara. What a great act, isn't it? Yeah, walo gitu, mereka ga sadar-sadar juga. Aku selalu ngerelain tae kwon do ato musik buat latian. Tapi mereka sama sekali ga mau ngerelain apa-apa. Kalo les pelajaran kan bisa pinjem catetan temen, bisa minta ajarin orang laen. Tapi kalo tae kwon do? Praktek lukisnya? Emangnya bisa dipinjemin ama temen? Bisa? Bisa? Ga kan.
Aku emang egois. Tapi aku udah capek mikirin kepentingan mereka terus yang sama sekali ga ada balas budinya. Aku udah capek ga pernah makan siang buat latian ama mereka. Nih tukak lambung bisa-bisa menjalar ke hati, terus ke ginjal terus ke............. Arrrrrrrrrrrrgggggggggggh!!!!!!!!!!! Bener-bener, dikasih hati minta jantung. Apa aku harus sampe di-opname di RS dulu baru mereka mau mikirin kepentinganku juga? Apa doll syndrome-ku harus kumat dulu baru mereka mau latian 'serius' ampe sore? Yang bener aja! Vincent udah duluan masuk RS (leukemia-nya kumat), Jimmy gara-gara DBD, aku gak mau ikut-ikutan. Diinfus itu sama sekali ga enak. Apalagi makanan rumah sakit yang, yaikh, hambar banget itu. Cukup sekali sebulan aja aku masuk RS, itu pun sekadar check up.
Aku harus gimana, coba? Marah udah, ngadu udah, ngambek belom sih. Tapi kalo aku ngambek, aku bakal jadi kaya lagunya Kanon Wakashima yang Still Doll itu donk:

"Hi, Miss Alice,
Still you do not answer..."

Jangan sampe dah. Doll syndrome aja udah cukup bikin sengsara. Masa' kerasanya senyum tapi ternyata no expressions? AAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!! Ano Yarou no Kimitachi!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! (What the Fuck They!!!!!!!)

Jumat, 13 Februari 2009

Bocah Angin, Bocah Gunung, Aku Menunggumu

Aku dipertemukan dengannya di waktu yang jauh dari sekarang. Sangat jauh. Sewaktu aku masih muda dan gemar berpergian kesana kemari. Sebelum benua-benua diberi nama. Sebelum manusia pertama dicipta dari citra-Nya sendiri. Jauh sebelum semua itu.
Waktu itu hanya ada aku, Langit, Bumi, Matahari, Air dan Waktu. Semua yang tak bernyawa, tapi berjiwa. Aku tinggal dengan menelusuri ceruk-ceruk bumi yang kosong. Dengan semangat muda dan energi penuh. Dan apa yang dinamai daratan masihlah kesepian.
Bumi terlalu serius untuk diajak bercanda. Langit terlalu angkuh tak bisa kuraih. Matahari sangat panas, tenang tapi membuatku gugup. Air sangat keras, suara deburannya sangat kasar. Dan Waktu, ia sangat dingin. Penuh kesuraman dan ketakutan. Lalu Ia Yang Paling Berkuasa datang dan berkata,
"Aku akan memberi kalian teman. Makhluk berjiwa dan bernyawa." Aku tak tahu apa itu sampai ia diturunkan. Awalnya ia datang sendiri. Ia senang melihatku yang diherankan dengan dirinya yang berwujud. Ia memperbolehkanku bermain-main di ranting-rantingnya, dan duduk-duduk di dahannya. Ia membiarkanku menyerbukkan bunga-bunganya. Dan mencuri sedikit bijihnya.
Ia berteman baik dengan Bumi yang memberinya 'makanan'. Dan Langit yang ia tatap. Juga Matahari yang membantunya tumbuh besar. Dan Air yang menjadi obat baginya. Bahkan ia membiarkan Waktu memerahkan lalu menggugurkan dedaunannya. Makin hari makhluk yang serupa dengannya makin bertambah banyak. Maka mereka diberi nama Pepohonan.
Suatu pagi aku menyapanya yang terbangun dari tidur,
"Bagaimana tidurmu? Baikkah?"
"Ya. Baik sekali." Aku bergelayut manja padanya, menghela dedaunannya dan menggoyangkan batangnya. Kakakku, Udara, ternyata tertidur pada celah-celahnya. "Apa kau merasa betah di sini?" tanyaku lembut. Mencoba mengusik diamnya. Ya, Pepohonan itu, walau hangat dan menyenangkan, mereka sangat irit bicara.
"Betapa pun merasa betah, kami para pendatang tetap merasa asing, bukan." Ada sedikit rona rindu dalam suaranya. Pada tempat sebelumnya ia tinggal, mungkin. Benar, bumi bukan surga.
"Klise sekali." kataku menanggapi nada bicaranya yang retoris.
"Tapi benar."
"Benar itu relatif." Ah, kini kami sama-sama bersikap skeptis.
"Aku, hanya merasa belum sepenuhnya menjadi bagian dari kalian, yang sudah terlebih dulu ada. Belum banyak guna. Padahal aku mengampu nama yang besar. Yang mencakup semua kerabat kami." katanya panjang. Aku mendengus. Menggerakkan air bergaram yang kala itu belum dipanggil 'Laut'.
"Tak penting," kataku lagi, "keberadaan suatu ciptaan bukan berdasar nama yang dia sandang, atau guna dirinya. Tapi esensi dan tujuan keberadaannya." kataku.
"Lihatlah kulit bumi tempatmu berdiri. Bukankah warnanya tidak lagi sepucat sebelum kau datang? Bukankah rasanya tidak lagi sepanas sebelum akar-akarmu berjejal di bawahnya?" Pohon bernama Aras itu terdiam. Aku masih terus mengoceh. Merasa karena lebih dulu ada maka aku bisa menceramahinya panjang kali lebar.
"Masih ingat udara seperti apa yang kau dapat sewaktu pertama kali datang? Masih ingat wajah lagit saat itu? Dan masih ingatkah kau, akan Waktu, yang pergi membawa umur Bumi, begitu jauh, begitu cepat?" Seakan sebentar lagi akan tamat. Kataku dalam hati.
Dia tak menjawab. Hanya saja wajahnya mengatakan bahwa ia memikirkan segala celotehanku itu. Dan matanya tak bisa menyembunyikan kenyataan bahwa omelanku itu berputar-putar di kepalanya. Tak mau pergi.

*******

Dan sejak saat itu, ia menemani Waktu berjalan dengan sukacita tanpa ragu. Ia memberi Langit warna hijau yag segar. Ia memberi Udara tempat bersih. Kesejukan bagi Matahari, dan kesehatan bagi Bumi. Dan bagiku, ia memberi tempat bersantai dan pembicaraan-pembicaraan cerdas di siang hari. Karena malam adalah saat ia dan yang lain tidur. Sementara aku memang diciptakan untuk tak pernah tidur. Pembicaraan-pembicaraan mengenai Dunia dan Sang Maha Kasih. Pembicaraan yang kurindukan hingga kini.
Karena pada suatu hari, Sang Surgawi datang dan melahirkan makhluk bernyawa dan berjiwa bernama Manusia. Yang mana Hewan telah dicipta sebelum mereka. Dan aku menyadari bahwa sahabat-sahabat hijauku yang rindang itu satu persatu menghilang. Perlahan tapi pasti, tana kembali seperti mulanya, kering tandus. Langit kusam, Udara sesak, dan panas Matahari membakarku.
Karena si anak kemarin sore itu dengan angkuh menganggap Dunia miliknya sendiri. Dan merasa bahwa mereka bebas mau bagaimana memperlakukannya. Tak sadar bahwa mereka telah membunuh kehidupan pertama bagi tanah yang mereka pijak. Bagi dunia yang mereka hidupi. Bagi semesta di mana mereka hanya kosmos kecil di dalamnya.
Dan sekarang, setelah Waktu menggerogoti segala kelemahlembutanku, menggantinya degnan gerak yang kaku kasar, aku merindukannya kembali. Memutuskan untuk mencoba menunggu. Mungkin Ia yang bernama Tuhan akan mencipta segalanya lagi dari awal. Juga sahabatku itu. Aku di sini. Dan juga yang lain. Menunggu ia hidup lagi.
Semua itu terjadi di saat yang sangat lampau. Ratusan kali lampaunya dari umurmu. Maka aku berpesan,
Hei, bocah gunung, bocah angin,ribuan tahun lalu maupun sekarang, aku masih menunggumu.


Magelang, 10 & 11 Februari 2009

********

Senin, 26 Januari 2009

My Love For You

when you come
down in my heart
your expression throw me
down to nowhere

in what place do you can
love me?
in what time do you would
care of me?

why
my love not low as you know
my heart not evil
as you think

but I just unperfect blue sky
I have black clouds
I have rain on my face
and I have very bad storm voice

I know you're not really
don't care
I know you're not really
hate me

I know
That I love you
Like roots loves ground
Like ground loves worm

I miss you
Like birds misses spring
And ground misses rain water

I can love you anymore
I can sit near you
I can hear your voice very close
of my ears
I just can't see your feeling
of me

Senin, 19 Januari 2009

gatot mode on

entri yang sebelumnya gagal. Tapi q ga bakal ngebahas soal entri yang mengerikan itu gagal gara2 tingkahnya Mas Catur jelek. Teknisi kompu di lab 3 Spenasa mgl yg agak2 sialan. Aq bakal cerita ttg hujan. Always rain.
Akhir2 ni hujan suka banget nemuin aku n orang2 magelang. Entah karena cinta ato malah benci. Tapi terserahlah, yang penting aku suka. Aku suka hujan. Suka banget. Suka sampai sering main hujan2an trus dimarahin mama n Jimmy. Suka sampai selalu pingin nangis kalo liat tetes2 air besar dan kecil itu turun. Suka sekali meraih air2 bening itu dan menyimpannya dalam tanganku. Walo tahu itu ga efisien. Karena pasti akan merembes dan jatuh ke tanah. Ga tahan lama. Tapi bagiku itu lebih manis daripada menempatkannya dalam ember dengan bercak2 semen kering yang membosankan.
Menurut orang lain, hujan itu selalu dingin. Tapi bagiku malah hangat. Kalo ada hujan, aku akan berdiam di dalam rumah. Bersembunyi di balik selimut di ambang jendela. Memandanginya sampai rasanya mau mati. Karena ga bisa main ke mana2. Aku bakal memikirkan semua hal. Hidup dan kematian. Sengsara dan kebahagiaan. Bahkan teman2. Semua hal.
Aku suka hujan. Suka baunya yang bercampur dengan tanah basah. Suka lumpur2 lembek yang mengotori sol sepatuku. Suka suaranya yang menimpa genting dan batu2 di teras rumah.
Suka...... Suka sekali....
Kayak rasa sukaku yang berlebihan sama Jimmy.............

Tetes Hujan

Shinmei no Ito

benang baja merah pekat
yang membebat leher
adalah benang takdir....

meniru dewa
manusia sengan meratap
apa-apa yang bisa diratapi

sementara dirimu
asyik menggesekkan pedang pada leher orang
benang takdir merah darah
merayap semakin kusut

zaman ini
telah dimabuk anggur merah
tubuh manusia
benang takdir pun bertambah kusut

benang takdir punya dua ujung
yang bernama 'hidup'
membebat lehermu sejak lahir
tapi dia tak melukaimu

sementara yang bernama 'kematian'
berjalan-jalan dang mengikatkan dirinya
pada benang 'hidup' orang lain
dan lajunya semakin cepat saja

tapi suatu hari
ia pasti menemuimu kembali
minta disatukan dengan 'hidup'
ketika kau mengiyakan
ia telah menembus lehermu
tepat di nadi


19 Oktober 2008
setelah hilang ditelan debu kamar

Balada Jengkerik

aku mendengar
suara angin datang
membawa bunyi "krik... krik..."
yang terasa familiar

rerumputan menunduk, berdoa
semoga seperti ini selamanya
makhluk-makhluk terus hidup
di dalam mereka

terdengar suara-suara
yang seperti pernah dikenal
namanya mungkin 'jengkerik'
menggesek-gesek pendengaran

di manakah makhluk yang hidup?
di surga

diperdengarkanlah suara-suara
yang dulu pernah ada
sekarang musnah


Magelang, 20 Januari 2009
atas nama agraria W.S. Rendra

Rabu, 14 Januari 2009

Cara Berjalan, Cara Menari

sebuah jalan dibentangkan di depanku
akan membawaku ke tempat seperti apa?

jalan adalah untuk membuangku
sayap adalah untuk menerbangkanku
ke tempat yang jauh

ingin lari
ingin kembali
kakiku beku

harus belajar lagi
tapi mungkin seperti
tak mensyukuri semuanya

beritahu aku
bagaimana membuat kakiku berjalan?

beritahu aku
dan aku akan mendahuluimu
menguasai langkah-langkah Waltz
aku menari, dears!

Jumat, 09 Januari 2009

Semuanya Kamu ~Jui~

Kamu adalah seniman paling gila, sinting, edan, atau apatah namanya. Kamu adalah orang paling imajinatif dan tak logis. Mungkin hanya kamu satu-satunya di dunia ini. Kau mewarnai ramtutmu dengan warna tembaga dan highlights coklat. Dan kau menindik telinga serta bibirmu. Aku kecanduan melihatmu bekerja. Aku tak tahan tidak berada di dekatmu.
Lukisanmu hidup dari warna tak masuk kategori apa pun. Puisimu seperti langit yang tingginya hanya Tuhan yang tahu. Lagu yang kau buat liriknya bicara. Dan musiknya menerjang semua genre yang ada, entah apa bisa dipetakan oleh musisi kondang sekali pun. Yang kusebut, Juiren. Artinya, Jui The Seiren. Walau kau terlalu sering wira-wiri main selonong seenak jidatmu sendiri di rumahku, dengan hanya mengenakan kaus buntuh warna-warni cat minyak dan celana Hawaii bunga-bunga norak. Tapi tetap saja nyanyianmu semerdu desir angin. Dan kau pernah berakting sampai diancam akan dijebloskan ke dalam RSJ kalau tak juga berhenti.
Sulit menjelaskan pribadimu. Karena rumit seperti operasi persamaan dalam metode matriks. karena tak terpahami seperti halnya lukisan abstrak yang tampak seperti corat-coret tak beraturan. Cara pikirmu adalah seni yang tak masuk akal. Tapi kau adalah seni yang gila itu sendiri. Kau riang dan cantik seperti Papilio blumei. Jiwamu riang dan hatimu bening. Aku bahkan kadang berilusi bahwa kau punya sayap.
Masih ingat awal pertemuan kita? Kau memuji habis-habisan lukisanku tentang mimpi buruk beberapa hari lalu yang bahkan dianggap orang lebih payah dari gambar pensil anak TK. Yang bahkan teori bla bla itu tak bisa kupahami.Kau menyebutnya 'gaib'. Kau bagaikan bom yang siap meledak jika pikiranmu tak tersalurkan waktu itu.
Kau cinta mati pada Bjork. Dan menggilai gaya tulisan khayal Ryunosuke Akutagawa. Kau sering memotret benda-benda yang menurut orang lain tak artistik sama sekali. Sumur tua jelek di belakang rumahku, misalnya. Dan alat musik favoritmu adalah harpa dan flute. Yang kau pelajari dengan membaca dan mendengarkan. Alasannya, kedua alat musik itu membuat pemainnya terlihat bahagia. Aneh memang, dan terkesan tidak murni. Tapi permainanmu bahkan lebih murni dari mata air sekalipun.
Kau punya gitar elektrik yang bisa ditekuk gagangnya. Dan penampilan luarmu tak pernah normal. Tapi kau seperti langit yang teduh, meracuniku dengan segala macam pikiran anehmu yang rupawan. Aku selalu ingin mendengarmu bernyanyi, berdansa denganmu, difoto dan dilukis olehmu, menonton deklamasi puisi, sampai minta diajari melukis. Tapi aku paling bahagia memandangi wajahmu yang tertidur di kursi malas di teras rumah kontrakanmu. Kau itu candu bernama keindahan. Dan kepalaku semua sudutnya terisi hal-hal tentang kamu, Jui.

Magelang, 9 Januari 2009
Memoir un Jui

Simfoni Kanvas

Di depan jendela aku bersilang kaki
Di pangkuanku selembar kanvas kosong, sebuah palet
dan bertube-tube cat minyak murah baru
Dalam tanganku sebatang kuas
Aku menunggu apa pun yang melintasi jendela terbuka itu

Mataku tak penat memandang
Jemariku selalu siaga
Tapi aku belum melihat apa pun
dan belum ada apa pun yang kulukis
Kanvas itu masih putih
dan catnya masih utuh

Mata berkedip
Segeromcol burung dara dilepas untuk latihan terbang
Suara kepakan sayapnya yang kusam
meletup letupkan jantung, mengguncang hati
Aku tersihir!

Si kawanan pergi
Tersisa bulu berwarna putih-hitam di kusen
Kuambil dan kubelai sayang
seperti rasa sayang pada kekasih
Aku tersihir oleh keindahan!

Jemariku digerakkan benang tak terlihat
Aku tersihir oleh keanggunan bernama hitam-putih

Kutorehkan kesana-kemari copratan cat membentuk dimensi
Aku masih tersihir

Lukisanku adalah simfoni dua warna, hanya dua
Aku telah melanggar perintah
dimakan mentah-mentah oleh kepakan sayap dara
berwarna hanya dua

Magelang, 9 Januari 2008

Rabu, 07 Januari 2009

Keraguan Awal Tahun

Tahun 2009 datang menghampiri saya dengan gegap gempitanya yang riang seperti burung matahari. Tapi saya malah terpuruk dalam bungkap oleh karena ketakutan yang tak berdasar. Saya takut macam-macam. Takut tak lulus UAN, takut tak bisa masuk SMA yang diinginkan, takut harus memulai segalanya dari nol lagi.
Saya tak bisa membayangkan, kalau harus mencari teman lagi karena teman lama di SMP sudah melupakan saya. Membayangkan, mungkin saya akan dikhianati sekali lagi oleh mereka. Membayangkan bahwa lagi-lagi saya akan jadi 'si bodoh' yang tak pernah dapat kelompok dalam tugas grup. Membayangkan saya akan disia-sia lagi oleh teman-teman.
Saya mencoba membuat resolusi. Ingin merubah diri setelah masuk SMA nanti. Ingin menjadi orang lain. Yang kuat. Tapi saya lebih tak mau lagi. Karena itu berarti saya membuang jati diri saya. Yang mungkin takkan kembali lagi dalam diri saya. Saya ingin berubah. Tapi terlalu banyak berubah pun bukanlah hal yang baik. Takkan ada yang mau menganggap saya 'Sera' yang bodoh, lemot dan pemurung lagi.
Lalu saya harus bagaimana? Saya memutuskan untuk berubah sepenuhnya, hal itu malah akan jadi dosa. Tapi jika tak berubah, saya akan terus jadi bocah yang dibenci satu angkatan.
Rasanya, saya ingin masuk ke dalam black hole saja. Tapi apa dengan begitu semua akan menjadi lebih baik? Pada akhirnya, sayalah yang akan menanggung semua dosa. Sayalah yang akan menyesalinya sampai mati.

Vanity

aku terlalu kolot
untuk membicarakan cinta
aku terlalu apatis
untuk membicarakan ideologi
tapi aku tak kan mengakuinya

aku terlalu dingin
untuk membicarakan kasih
tapi semuanya harus kusembunyikan
dalam kesombongan pura-pura ini

harga diri adalah keburukan
dalam kesombongan

aku masih belum bisa memahami
kenapa aku disebut arogan

Magelang, 8 Januari 2009