dia tergeletak di sana bagaikan tubuh kosong
menenggak mimpi-mimpinya dengan rakus
tanpa suara
dia menangis di sana memanggil-manggil
sebuah nama yang bukan dari dunia ini
desahannya halus
baru hari ini aku tahu
dia boneka yang dibuang tuannya
baru hari ini aku berani
menghampiri, menyentuh tangannya yang hambar
"siapa namamu?" kupikir setelah ini, aku bisa membawanya pulang
dia berbisik
tapi bisikannya nama dari dunia lain itu!
kuhentikan usahaku, sia-sia
dia boneka yang terprogram sempurna
bahkan nama pun tak punya
aku belum bisa mengalahkan pembuatnya
tapi akan kuingat dia
lingkaran api dan listrik dari tubuhnya
saat hujan turun di siang hari
magelang, 07 05 09
1 komentar:
kawan. puisimu ud ditulis dengan baik. tapi jangan lupa, sekedar puisi yang ditulis dengan baik saja belum serta merta menjadi sebuah puisi yang baik. adalah sangat perlu untuk kembali mengoreksi/mengedit puisi setelah ditulis. ingat! puisi bukan kitab suci yang telah sempurna, maka tak pernah ada larangan untuk mengubah-ubah (puisi tsb) stelah ditulis dalam upaya memperbaikinya. salam sastra.
Posting Komentar