(aku mendengar Gackt menyanyikan Emu~For My Dear~ dan menangis dengan kemeretuk gigi)
ketika semua mulai menarik garis
melukis jarak
aku telah bersiap, mengulangi
rasa sepiku, hidup sendiri
menghapus daftar nama
tapi kau datang, lengan terentang
menarik tubuhku untuk memeluk;
merasakan masih ada satu:
detak jantung di sini
dan aku senang dapat dalam-dalam menelusuri matamu
walau tak mengerti sesuatu pun
kau menamai dirimu sendiri 'DEWA'
jadi aku manusia?
bukan, aku hanya sekedar kesepian
tak pernah ada manusia sesunyi ini
kenyataan itu membentang seperti penghinaan
pada Tuhan
bolak-balik kucari pertolongan
pada Tuhan maupun dewa-dewa palsu
tanpa merubah sesuatu pun
tapi ketika kuulurkan tangan,
dan sesuatu itu
semua menghilang!
maka kucoba menutup mata
dan aku ditelan kebinasaan
tapi tetap saja,
kau menarikku keluar,
memperdengarkan jantungmu padaku
bahwa kau masih di sana
dalam ketiba-tibaan, kau berbisik keluar melalui detak itu
"mungkin akan berakhir, tanpa aku tahu..."
ramalan berdasar intuisi itu menakutkanku
dan aku memandang jauh ke dalam matamu
mengulik keterangan sia-sia
mengorek tanpa mendatangkan perubahan
aku melihatmu, aku memandang matamu
tubuhmu yang perlahan hilang
dalam peluk lenganku
Ah, aku tetap saja manusia sunyi
karena kamu bukan Tuhan
ataupun dewa-dewa palsu
kamu hanya sekedar jantung
dan langit luasku~
magelang, 22 04 09
Tidak ada komentar:
Posting Komentar