
Mimpi, atau cita-cita. Semua orang pasti punya. Walau belum tau konkretnya seperti apa, tapi manusia pasti punya impian untuk mencapai sesuatu. Mungkin ingin jadi dokter, guru, pelukis, aktor, atau bahkan sesuatu yang abstrak seperti 'berguna bagi nusa dan bangsa.' Tapi itu semua adalah keinginan yang lahir dari hati kita, jadi sah-sah saja.
Tetapi seperti orang bilang, bermimpi itu memang mudah. Yang jadi masalah adalah bagaimana cara mencapainya. Tak begitu jadi masalah jika kita sudah punya bayangan bagaimana harus melangkah, atau malah sudah menjalani sedikit dari proses pencapaian impian tersebut. Tetapi bagaimana jika mimpi kita sangat sulit dicapai, atau bahkan terkesan mustahil untuk dicapai?
Hal ini bisa saja terjadi. Mungkin karena keadaan ekonomi, intelektualitas, masa lalu yang buruk, atau yang paling fatal : keragu-raguan terhadap mimpi tersebut.
Ada satu pertanyaan mendasar berkaitan dengan hal ini. Bagaimana membuat sebuah garis di atas kertas menjadi lebih pendek? Tidak dengan menghapusnya, atau melipat bahkan memotong kertas itu.
Bingung? Caranya adalah dengan menjejerkan atau menggambarkan sebuah garis yang lebih panjang di sebelahnya. Pertanyaan ini kelihatannya simpel, tapi sebenarnya kompleks. Ini bukan soal bagaimana melakukannya, tapi dari sudut pandang mana kita melihatnya. Garis itu tak bertambah atau berkurang, tapi dengan garis yang lebih panjang itu, mau tak mau garis pertama menjadi lebih pendek 'di hadapannya'.
Begitu pula dengan bagaimana menghadapi mimpi yang nampaknya mustahil. Jika ingin mencapai suatu mimpi yang mustahil, maka bermimpilah hal yang lebih mustahil lagi! Mungkin nampaknya membingungkan, tetapi dengan bermimpi hal yang lebih mustahil, hal mustahil pertama yang kita impikan akan menjadi nampak mudah untuk digapai. Dan kita pun akan menjadi lebih bersemangat untuk berusaha! :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar