
Orang bilang, jangan hanya melihat setitik noda yang ada pada sehelai kertas. Tapi juga lihatlah kertas putih bersih yang ada di sekeliling noda tersebut. Anda pasti paham maksudnya :)
Di balik segudang keburukan, pasti ada kebaikan yang, kadang, tersembunyi. Ada fenomena menarik di sini.
Anda, penggemar sepak bola atau bukan.. pasti tahu posisi pemain dalam permainan ------yang disebut------ paling digemari di dunia tersebut. Dan pasti Anda tahu pemain yang disebut kiper. Si penjaga gawang. Tugasnya adalah mencegah bola lawan agar tidak masuk ke dalam gawang. Kalau dipikir, perannya sangat penting. Tanpa kiper berkualitas, permainan sebagus apa pun rasanya akan percuma saja.
Tetapi ada sesuatu yang aneh. Di antara pemain-pemain 'bintang' dari berbagai klub sepak bola, jarang ada seorang kiper yang sangat tenar dan digilai orang. Apalagi yang karirnya sampai merambah dunia entertainmen seperti menjadi model fashion atau pun sekadar bintang iklan. Mengapa?
Saya tak bisa menyodorkan jawaban. Karena jawaban harus anda renungkan sendiri.
Seorang kiper, ketika ia berhasil mencegah sebuah bola masuk ke gawang, sebanyak apa pun. Dan sehebat apa pun tendangan dari bola itu, ia jarang sekali menerima gegap gempita penonton. Ia tak dielu-elukan oleh rekan-rekannya. Tetapi lain halnya bila ia gagal menguasai bola. Para penonton akan marah. Tak jarang kemarahan ini berubah menjadi kerusuhan yang seringkali menimbulkan kerugian moril dan material. Tak hanya itu, tak ada support dari rekan-rekannya. Mereka malah seringkali menunjukkan ekspresi kecewa yang disadari atau tidak, bisa melukai hati sang kiper. Kemungkinan terburuk, kiper malang itu bisa dipecat jika 'kerusakan' yang dilakukannya fatal, misalnya pada pertandingan besar.
Nah, melalui penggambaran ini, saya ingin mengajak anda sekalian merenungkan. Apa kita sudah benar-benar 'melihat tidak hanya nodanya tapi juga kertas putihnya'?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar