Kamis, 18 September 2008

Pria dengan Rokoknya

Kau selalu menertawai
mimpiku yang kelewat bebas
lepas di padang semak kemungkinan

Aku hanya seorang bocah
Seperti mimpi, seperti angin musim semi
seperti daun yang gemerisik, burung pipit yang berisik
Seperti tidur siang di padang bau rerumputan

Di matamu aku hanya seorang bocah
Dibingungkan oleh apa itu mimpi
maupun ilusi...... itu aku
Dengan impian tak berguna

Tanganmu yang menghela rambutku
;sambil tertawa
selalu berbau rokok

Tidak suka bau rokokmu
Tidak suka wajah sokdewasamu
Tapi aku cuma bocah, yang menangis rindu
memanggil-manggil namamu

Sekarangpun kusesali
ketidakbutuhanku akanmu di masa kecil
Tapi kamu mungkin
.........tak pernah tahu

Magelang,12 September 2008

Tidak ada komentar: