Kamis, 28 Agustus 2008

Piano no Mori Movie

Manga besutan Isshiki Makoto ini berkisah tentang kecintaan pada piano. Seutuhnya. Shuuhei Amamiya sudah sejak kecil belajar piano dan orang selalu bilang bahwa ia jenius. Suatu ketika, karena neneknya sakit, ibu dan ayanya memutuskan untuk tinggal di desa tempat neneknya tinggal itu. Hari pertama masuk sekolah, ia sudah diganggu oleh sekelompok anak nakal yang pemimpinnya dipanggil Kinpira. Untung ada anak bernama Kai Ichinose yang datang membelanya. Kai pun tak luput dari ejekan2 Kinpira. Anak itu mengejek Kai sebagai anak sundal karena memang Reiko, ibu Kinpira adalah seorang PSK. Kei dan Reiko memang tinggal di kawasan kumuh tempat tinggal para psk , gigolo dan semacamnya.
Di desa ini ada cerita seram tentang suara piano yang sering terdengar di malam hari dari dalam hutan. Nyatanya di dalam hutan itu memang ada sebuah piano yang tak diketahui asal usulnya. Kinpira menantang Shuuhei untuk memainkan piano itu. Tetapi saat ia menekan tuts-tutsnya, bahkan sama sekali tak ada suara yang keluar dari piano itu! Padahal, kalau urusan main piano, seharusnya ialah jagonya! Tetapi saat Kai mencoba memainkannya, malah keluar suara yang indah. Karena penasaran, Shuuhei mengajak Kai ke rumahnya. Di sana Kai disuruh memainkan piano yang ada. Tapi entah mengapa malah abominable, jelek banget. Apa sih yang terjadi?

Banyak yang bilang bahwa manga ini tidak menarik, karena gambar covernya sangat biasa. Tapi saya berani bilang bahwa mereka salah total. Pendapat saya, manga ini sangat cantik, baik dari segi cerit maupun gambar dan gambar cover yang sangat sederhana. Saya justru pertama kali tertarik dengan manga ini saat melihat covernya yang sederhana itu. Sepertinya hanya diwarna dengan cat air biasa. Lekuk-lekuk gambarnya pun tak serumit manga-manga yang beredar. Tapi ada suatu kehidupan dalam gambar itu. Emosi yang ada dalam gambar itu begitu indah. Hanya memandangi gambarnya saja saya bisa menangis karena terharu. Entah pada apa. Saya juga terpesona pada sub judulnya, The Perfect World of KAI. Menggambarkan suatu keluguan seorang bocah. Yang mungkin sudah tak kita punyai sekarang ini.
Selama ini saya sudah banyak membaca manga bertema musik. Salah satu yang masih saya cintai sampai sekarang -----salah satu alasannya karena masih belum tamat------- adalah Nodame Cantabile. Manga ini mungkin akan dibanding-bandingkan dengan Nodame. Tapi bagi saya, kedua manga ini sama sekali berbeda. Tak bisa disejajarkan. Jika Nodame menyuguhkan suatu komedi segar -----namun agak dewasa------ komik ini menyuguhkan sisi lain kehidupan di daerah kumuh penuh psk dan gigolo. Di sisi kemiskinan yang dalam. Penggencetan, ejekan tak manusiwawi. Semua sempurna dalam dunia Kai. Keluguan seorang bocah yang tak mau main piano lagi karena kekasaran guru les pianonya dulu.
Yang berbeda lagi, adalah rasa yang dikandung dari kedua manga ini. Jika membaca Nodame bisa membangkitkan untuk bermain piano. Seperti saya yang jadi keranjingan --lagi-- bermain piano setelah lama malas. Atau dengan kata lain, semangat. Tetapi Piano no Mori mengajak saya untuk mencintai bermain piano. Dan itulah yang banyak dicari pianis-pianis muda dewasa ini. Mereka pandai memainkan piano, sudah terbukti. Tetapi hanya berdasarkan buku dan aturan ini itu, tak ada romantisme dari suatu lagu yang harusnya sudah menjadi hal mutlak.

Saya berterima kasih sebesar-besarnya kepada Isshiki-sensei. Karena manga ini, saya bisa memainkan Fur Elise dan lagu-lagu Chopin sampai membuat kakak lelaki saya yang paling keras hati menangis tersedu-sedu. Dia bilang, saya sudah menemukannya. Romantisme, keindahan dan cinta yang ada pada sebuah piano. Benda mati berwarna hitam dengan lekuk tubuh tegas. Saya pun merasa menjadi orang yang lebih lembut. Mungkin kini saya pun sudah jadi orang yang romantis? Hehehe.......... ^_^

Jumat, 22 Agustus 2008

hahaha

aq geli
adeq tahun ni msk smp.awalnya mau msk di smpn 2 mgl,tp hr ke 3 kluar krn udah mepet.tmn satu sd yg nemnya di bwh dy jg dah kluar dialihin k smp 4.akhrnya adeq msk di smp 4.tapi sgala tapiiiiiiiiiiii....... t'nyata temennya itu ga ada sama skali di smp 4!!!!!dgn sgala kekagetan karena jd ga ada tmn yg dy kenal n hrs dari nol kenalan ma anak2 laen, adeq nyari temenx itu.mngkn di smp tarQ,dy pkr.t'nyata n t'nyata....ga ada!!!!JUga!!!wkt ada sebuah acara rhs n dy ktm ma tmnx itu,,,bertanyalah adeq...
ternyata pantat bosok....tmnya itu di smp 2!!!!!!!!!brengsek ga tuh!alasannya, ada yg ngundurin dr, tmnya adeq itu dipanggil lagi.ga nyambungnya, nemnya itu rendah,,lbh rendah dibanding adeq....ga salah tuh
di skolah2 laen jg nalarnya klo ada yg ngundurin dr yg diambil yg wkt kluar nemnya plg tinggi kan???

HOOOI!!!!SMPN 2 MAGELANG PALING EDAND SEDUNIA.(mgkn slh satu kontestand smp edand competitiond) GEMANA SE CARA KERJA KALIAN??
yah, mgkn tuh skolah cm mau duitnya aja.krn buapakny(ato bukan jg ga papa) itu tentara yg pangkatnya TINGGI!! KLO GNI TRUS, KAPAN PENDIDIKAN INDONESIA MAU BERBENAH???
ini sih namanya ngajarin anak2 tak berdosa(yg dosa yg tua2) utk kkn!

klo kalian g minta maap ma sluruh pendaftar yg udah disingkirin demi satu anak yg nemnya rendah,,,aq, bhkn gerombolan pers kota magelang bakal tulis ramai2 di surat kabar.,,,,
ga takut? ya udah, kusebarin racun di dunia maya...
msh ga takut?kusebarin kutukan di skolah kalian...
yg cm bsa dipatahkan onmyouji..krn yg bikin onmyouji dgn ilmu onmyoudo.aq keturunan Abe no Seimei!
bhkn kyai,ustadz,pastur ato exorcist aja qjamin g bkl mampu matahin!
krn mereka blm tahu ada yang namanya hitogata n shiki n kikohou!!!!


mampus lohhh

Kamis, 14 Agustus 2008

INTRO

Salam! Di sini adalah dunia yang lain. Biarkan daku memperkenalkan diri.
Lahir di abad kegelapan. Meninggal di zaman renaisans. Bukan martir atau orang kudus. Hanya orang yang ingin menjelajah di dunia maya.
Sekarang pun tanganku tak bisa menyentuh apa-apa. Hanya memerintahkan benda-benda bergerak. Namaku Kagami Okudera.

GYAH! Aku bukan hantu! Jangan percaya. Cuma namanya aja yang bener.
Kunjungilah blog ini! Klo tidak:
Akan Kujadikan Kamu Orang Terkutuk yang berikutnya!

YA~~!HA~~!

Let start the carnaval. Under the moon. Teach the idiots.